BerauDuniaEkonomiKaltimSosialWisata

Tas Rotan Suku Dayak Bernilai Seni Tinggi

Haloberau.com, TELUK SUMBANG РMasyarakat Suku Dayak di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk memiliki keterampilan membuat tas. Keterampilan membuat tas yang berbahan dasar  rotan itu merupakan keahlian turun-temurun.

Membuat tas unik dari rotan dilakukan para ibu rumah tangga di wilayah kampung basap, Teluk Sumbang. Aktivitas mengayam dilakukan dirumah masing-masing untuk mengisi waktu keseharian di rumah.

Herlina, salah satu warga Kampung Teluk Sumbang pengrajin tas anyaman dari rotan mengatakan, tas berbahan rotan ini sudah ada sejak nenek moyang suku dayak. Keterampilan membuat tas rotan dipelajarinya sejak kecil dari orang tuanya.

“Saya dari kecil sudah belajar membuat tas rotan dari orang tua saya. Setiap hari di rumah saya dan anak saya membuat tas rotan. Ini ciri khas budaya kami dan keterampilan ini harus selalu ada agar tidak hilang dimakan zaman,” tutur Herlina.

Suku Dayak di Kampung Teluk Sumbang disebut Suku Dayak Selatan yang terdiri Dayak Paleng, Dayak Gaggas, Dayak Panyombot dan Dayak Riwa.

“Kami di sini dayak selatan tapi terbagi beberapa suku, tapi memiliki satu bahasa suku,” katanya.

Kerajinan tas rotan Suku Dayak Selatan, Kampung Teluk Sumbang memiliki nilai seni tinggi. Proses pembuatannya pun cukup memakan waktu lama. Nilai jualnya mulai dari harga Rp 150.000 hingga Rp 350.000.

“Pembuatannya tidaklah rumit, hanya membutuhkan waktu lama. Mulai mengumpulkan rotan dari kebun, mengeringkan rotan, hingga proses mengayam,” ungkapnya.

Tas rotan merupakan peralatan suku dayak tempo dulu yang dipergunakan hingga sekarang. Jenis dan ukurannya pun beragam, dari ukuran kecil, sedang dan besar dengan model ransel dan selempang.

“Tas rotan kami pergunakan setiap hari, bisa juga dipakai pergi ke ladang,” jelasnya.

Kerajinan tas rotan juga cukup diminati wisatawan yang berkunjung, baik wisatawan lokal hingga mancanegara.

Produksinya pun tidak ada target, tapi setiap hari warga mengayam tas rotan karena sudah kebiasaan sehari-hari.

“Saya sangat bangga, kerajinan kami ini sangat diminati wisatawan. Bahkan wisatawan asing pernah pesan langsung dari negaranya,” tandasnya.