BerauKaltimKampungSosial

PT Maluang Raya Grup Peduli Korban Korban Banjir

Haloberau.com, TANJUNG REDEB – PT Maluang Raya Grup peduli korban banjir yang melanda di empat Kecamatan akibat luapan sungai Kelay dan sungai Segah.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan sembako disalurkan langsung kepada korban banjir dengan mendatangi setiap rumah-rumah warga. Pembagian paket sembako ini dikakukan langsung oleh Direktur PT Maluang Raya Grup, Oetomo Lioanto bersama karyawannnya di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung dan Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (22/5).

Direktur PT Maluang Raya Grup yang akrap disapa Aliang itu mengatakan, pemberian sembako ini sebagai bentuk rasa kepedulian atas bencana banjir yang dialami oleh para korban.

“Ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.

Lanjutnya, terdapat sembilan bahan pokok dalam satu paket yang disalurkan kepada ratusan kepala keluarga yang terdampak banjir luapan Sungai Kelay.

“Hari ini ada 600 paket yang kami salurkan untuk warga dua kampung yang terdampak banjir kemarin,” sambungnya.

Penyaluran logistik bantuan PT Maluang Raya Grup ini akan disalurkan secara bertahap kepada warga yang ada di 14 Kampung di empat wilayah Kecamatan yang terdampak banjir, seperti Kecamatan Sambaliung, Segah, Kelay dan Teluk Bayur.

“Bukan hanya untuk hari ini, semua kampung yang kemarin banjir akan kita datangi bagikan bantuan sembako,” imbuhnya.

“Kalau dilakukan satu hari tidak bisa, sehingga dilakukan bertahap,” pungkasnya.

Sementara itu, Aminah salah seorang warga Tumbit Dayak mengatakan, dengan adanya bantuan ini tentu meringankan beban masyarakat yang terkena banjir. Ia mengucapkan terima kasih kepada PT Maluang Raya Grup karena sudah mau turun langsung untuk melihat dan berbagi dengan warga.

“Biasanya melalui kepala kampung. Tapi ini mereka berjalan kaki dan langsung ketemu kami,” katanya.

diakuinya kebutuhan sembako memang dibutuhkan saat ini meskipun air telah surut. Namun untuk memulihkan perekonomian membutuhkan waktu yang cukup lama. Kebun seluas 1 hektar miliknya yang siap panen gagal akibat terendam banjir selama sepekan.

“Kebun jagung sama pisang saya gagal panen. Modalnya itu dapat pinjam juga,” jelasnya.

Terpisah, Laing warga Tumbit Melayu menuturkan saat banjir ketinggian air mencapai 2 meter dan merendam seluruh jalan. Untuk beraktifitas warga menggunakan perahu. Diakuinya dengan adanya bantuab ini meringankan beban keluarganya.

“Kami berterima kasih kepada PT Maluang Raya Grub. Mereka mau datang kesini membantu kami,” katanya.

Ia melanjutkan bantuan ini memang meringankan beban masyarakat. Warga juga berharap agar selain bantuan sembako, warga juga mendapatkan suplay air bersih.

“Air bersih juga kami harapkan,” pungkasnya,”(*)